Sejarah Paroki St. Antonius Purbayan (Bagian ke 2)

Putra Altar (Misdinar) Purbayan, Berfoto di Depan Pastoran Yang Lama

Tanggal 24 Desember 1949, seorang bernama Slamet Riyadi, dipermandikan dengan nama permandian Ignatius; yang kemudian dikenal sebagai pahlawan nasional. Pada tahun 1950, Rm. Th. Poesposoeparto, SJ digantikan oleh Rm. C. Martawerdaya, SJ dengan Pastor Pembantu adalah Rm. A.P. Tjakrawardaya, Pr dan Rm. H. Wakker, SJ. Jumlah babtisan pada masa ini adalah 606 orang, dan ini adalah jumlah yang paling tinggi untuk dasawarsa lima puluhan.

Tahun 1955, Rm. J. Darmoyuwono, Pr datang dan tinggal di Paroki Purbayan. Beliaulah yang nantinya mendirikan gereja Purbowardayan sekaligus memberkatinya (1961). DI kemudian hari, Rm. J. Darmoyuwono, Pr dipilih menjadi Uskup Agung Semarang dan kemudian diangkat menjadi Kardinal.

Pada tahun 1963, tugas Rm. Prawirasuprapta, SJ digantikan oleh Rm. J. Mulder, SJ selaku Pastor Paroki Purbayan. Dalam menjalankan tugas pastoralnya, Rm. J. Mulder, SJ dibantu oleh Rm. G. Chetelat, SJ lalu Rm. F. Leber, SJ dan Rm. G. Oosthout, SJ. Sebagai kenangan, Rm. J. Mulder, SJ membangun pagar Gereja, gedung paroki (sekarang sudah direnovasi sudah tidak ada), pastoran dan menambah beberapa kursi serta bangku gereja. Saat peristiwa G 30S setiap malam Pastoran dan gereja dijaga pemuda – pemuda Katolik yang digerakkan oleh Bapak Sudarsono.

Pengganti Rm. J. Mulder, SJ adalah Rm. H. Haripranata, SJ yang asli kelahiran Surakarta. Pada masa kanak – kanaknya, beliau pernah menjadi misdinar di Gereja Purbayan. Sedangkan Pastor Pembantu di antaranya Rm. E. Wiegers, SJ. Selama Rm. H. Haripranata, SJ menjadi Pastor Paroki, kegiatan ekumene maju pesar. Tiap awal tahun diadakan pertemuan antara pastor, suster dan bruder dengan para pendera dan isteri / suami mereka. Beliau juga turut berperan serta dalam pemugaran gereja. Pada tanggal 08 Oktober 1975, Rm. H. Haripranata, SJ diangkat menjadi Administrator Apostolik di Keuskupan Weetebula, Sumba. Pada tahun ini pula Lomba Koor Cecilia Cup I diadakan di Gereja Purbayan.

Mulai 10 Januari 1980, Persekutuan Doa Pembaharuan Kharismatik muncul dan berkembang hingga sekarang. Organisasi – organisasi Katolik pun berkembang dengan baik; seperti Wanita Katolik (WK), Mudika (OMK), dll yang selalu aktif dalam kegiatan menggereja.

Pada 07 April 1988, pemugaran gedung Gereja selesai. Tanggal 21 Juli 1988, pertama kalinya Gereja St. Antonius Purbayan dipergunakan sebagai tempat Pentahbisan Imam – Imam Yesuit, yang dihadiri pula oleh pimpinan tertinggi Serikat Yesus, yaitu Pater Hans Kolvenbach, SJ.

Tahun 1994, Rm. M. Sriyanta, SJ diangkat sebagai Pastor Paroki dan sebagai Pastor Pembantu adalah Rm. J. Abdi Pranata, SJ dan Rm. M. Hadisiswoyo, SJ. Pada masa tugas penggembalaan Rm. M. Sriyanta, SJ berhasil melakukan Pembangunan Gedung Paroki (1995).

Pada tahun 2004, Rm. R. Wahono Wegig, SJ diangkat menjadi Pastor Paroki, sebagai Pastor Pembantu adalah Rm. R. Kurris, SJ, Rm. Alb. Warno Tribowo, SJ yang tugas pokoknya adalah sebagai Direktur Yayasan Kanisius Cabang Surakarta, Rm. Martin Suhartono, SJ, ada juga Rm. C. Teguh Budiarto, SJ yang sementara tinggal di Pastoran namun tugas pokoknya adalah Pastor Mahasiswa. Pada masa ini dibangun tempat doa kepada Bunda Maria disisi kiri Pastoran, serta dilakukan renovasi interior dan eksterior gereja.

Sementara itu pada tahun 2009, datang Rm. P. Suradibrata, SJ yang tinggal di Pastoran Purbayan dan melayani sebagai pembimbing rohani bagi umat. Pada masa itu pula, Paroki mendukung dibentuknya Credit Union (CU) Cempaka oleh beberapa umat. Selain memberikan modal awal, Paroki juga menyediakan satu ruangan di Gedung Paroki untuk sementara waktu ditempati dan dipakai sebagai Kantor CU.

Pada bulan Januari 2012, Rm. Mardi Santosa, SJ yang menjadi Kepada Sekolah SMA Adhi Luhur di Nabire Papua datang menggantikan Rm. A. Puja Harsana, SJ yang berpindah tugas menjadi Pastor rekan di Paroki Kristus Sahabat Kita di Nabire. Pada tanggal 01 Juli 2014, Rm. E. Didik Chahyono Widyatama, SJ ditugaskan menjadi Pastor rekan. Pada tahun 2016, para romo yang berkarya melaksanakan tugas penggembalaan di Paroki Santo Antonius Purbayan adlaah Rm. Alb. Mardi Santosa, SJ selaku Pastor Kepala Paroki. Sebagai Pastor Pembantu ada Rm. J. Moerti Yoedho Koesoemo, SJ yang tugas pokoknya adalah sebagai Direktur Yayasan Kanisius Cabang Surakarta, Rm. P. Suradibrata, SJ yang melayani umat sebagai pembimbing rohani. Rm. Didik mulai 01 Agustus 2016 dipindah tugaskan menjadi Administrator Paroki St. Theresia, Bongsari Semarang. Pada tanggal 01 Januari 2016, Rm. Heri Setyawan, SJ ditugaskan menjadi pastor pembantu untuk sementara waktu sambil mempersiapkan diri studi Islamologi di Kairo Mesir. Pada bulan Agustus 2016, Rm. Ernest Justin, SJ ditugaskan menjadi Pastor Rekan di Paroki Purbayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *