Yesus Menyebut Kita GARAM, TERANG Dan RAGI Dunia

Minggu ke 27 (XXVII) tanggal 1 – 2 Oktober. Bulan Oktober adalah bulan yang begitu kaya dengan nilai – nilai rohani tentang karya misi dan karya doa. Bulan ini diawali dengan Pesta Santa Theresia dari Kanak – kanak Yesus, Perawan, Pujangga Gereja, dan Pelindung Misi (1 Oktober). Disusul peringatan Para Malaikat Pelindung (2 Oktober). Bulan ini disebut Bulan berdoa Rosario, ditandai dengan Peringatan Rosario Suci Santa Perawan Maria (7 Oktober).

Bacaan Injil hari Minggu ini diambil dari Lukas 17:5-10, seakan mau menegaskan bahwa Iman kepada Allah-lah yang harus menjiwai hidup seorang Kristen untuk diutus menjadi saksi Kristus. “Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini, terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut dan pohon itu akan menuruti perintahmu.” Sabda Tuhan. Dan setelah mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada kita, maka inilah tuntunan Tuhan : “Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata, ‘Kami ini hamba – hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”

Seorang Kristen yang sudah “akil balik” dan dianggap “matang dewasa” dalam iman dianugerahi Sakramen Penguatan dan dimeteraikan untuk menjadi saksi yang hidup atas IMAN yang dianugerahkan dan diwariskan Kristus melalui Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.

Santa Theresia dari Kanak – kanak Yesus, menawarkan pengalaman imannya untuk para saksi iman dan penerima sakramen Penguatan begini : Kalau Gereja itu tubuh yang tersusun dengan berbagai macam anggota, tentu tidak akan dapat berdiri tanpa bagian yang paling mulia: HARUS mempunyai jantung hati, dan hati yang bernyala dengan CINTA. Dan aku menyadari, bahwa cinta ini adalah KEKUATAN PENGGERAK yang sebenarnya, yang memungkinkan anggota – anggota lainnya di dalam Gereja bergerak; kalau JANTUNG tidak bekerja. PARA RASUL akan lupa mewartakan Injil, PARA MARTIR akan menolak menumpahkan darahnya…

Maka seorang Krismawan-wati harus belajar pada keyakinan orang kudus muda ini (24 tahun saja usianya): “Aku telah menemukan panggilanku, dan panggilanku adalah MENCINTAI.” Mencintai Yesus, GerejaNya, dan segala persoalannya…

Seorang yang dewasa Krsitiani juga harus menyadari akan peran para malaikat pelindungnya, yang akan menolongnya – dengan mohon bantuannya dalam doa – untuk disanggupkan setia pada imannya dan hidup dari imannya.

Santo Bernadus Abas, Pujangga Gereja (1090 – 1153) dalam khotbahnya berkata: “Tuhan mengutus para malaikatNya untuk menjagai Engkau kemanapun engkau pergi” (Mazmur 90). Mereka ini tidak dapat dikalahkan, tidak dapat disesatkan, apalagi mereka tidak akan menyesatkan kita, karena mereka melindungi kita, kemanapun kita pergi. Mereka setia, mereka bijaksana, mereka kuasa; Percayalah saudaraku, malaikat pelindung kita akan menghantar kita berlindung di bawah naungan yang MahaKuasa, Allah kita.

Seorang Krismawan-wati diundang untuk menempatkan Bunda Maria, sebagai “sosok utama: yang patut dipandang, dihormati dan diteladani. Per Mariam Ad Jesum, “Melalui Maria menuju Yesys”. Maka seorang Kristiani patutlah memberi tempat pertama dan utama kepada Ibu Yesus, Bunda Gereja, Bunda Allah, setelah penyembahan tertinggi yang dinomorsatukan bagi Allah Tritunggal yang MahaKudus. Percayalah Maria adalah wanita paling setia yang hadir dalam karya perutusan dan penebusan Yesus pada saat manapun hingga Ia terangkat ke sorga, dan dia adalah pendamping teruji untuk Gereja Perdana. Ia akan mendoakan kita dan menyertai kita, namun apa kita sudah memberikan hormat yang sepantasnya buat beliau? Marilah kita semua menepati panggilan kita : mencintai Allah, GerejaNya dan semua orang, dan memberi kesaksian tentang CINTA ALLAH YANG MAHARAHIM dengan sikap, tutur, dan tindakan kita. Bukankah Yesus menyebut kita GARAM, TERANG dan RAGI dunia? (AMDG – NN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *